Madrasah Aliyah YATPI Godong

Beranda » Pengembangan Diri » Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah / madrasah. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi  dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, pelatih dan tenaga kependidikan dan dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan intra dan/atau ekstrakurikuler.

Pengembangan diri di madrasah  dilaksanakan dalam bentuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sebagai berikut  :

  1. Intrakurikuler,
    • Pembinaan dan pengembangan kecakapan berbahasa asing, ditekankan pada dua bahasa:

1) Bahasa Inggris

2) bahasa Arab

  • Pembinaan seni baca tulis Qur’an, meliputi kaligrafi dan qiro’ah

2. Ekstrakulikuler

Kegiatan ini merupakan kegiatan di luar jam pelajaran, meliputi:

  1. Pramuka. Kegiatan ini merupakan penggemblengan dan pemberian ketrampilan pandu.
  2. Pembinaan dan pengembangan penelitian dan ketrampilan hidup. Pembinaan ini masuk dalam Kelompok Ilmiah Remaja dengan kegiatan-kegitannya berupa eksperimen-eksperimen dan pengembangan ketrampilan dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
  3. Dakwah dan manajemen massa. Kegiatan ini berbentuk pembekalan keagamaan dan tekhnik berdakwah, selain itu juga secara langsung ditejunkan ke masyarakat yang memerlukan pembinaan keagamaan
  4. Radio. Merupakan media penyiaran pendidikan, dakwah Islam dan hiburan kepada masyarakat sekitar
  5. Jurnalistik. Kegiatan ini berbentuk pembuatan buletin serta optimalisasi majalah dinding. Buletin ini terbit sebulan sekali dengan segment jamaah shalat jumah
  6. Musik dan Teater. Kegiatan ini merupakan pengasahan dan penggemblengan di bidang seni.
  7. Tekhnik dasar elektro. Kegiatan ini diberikan sebagai salah satu pembekalan ketrampilan hidup. Dengan sedikit pengetahuan elektronik, siswa paling tidak mempunyai bekal pengetahuan mengenai alat-alat modern yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

2 Komentar

  1. MA YATPI Godong mengatakan:

    Saya rasa justru penerapan di pondok pesantren akan sangat luar biasa. Karena konsep pendidikan ‘ala’ pesantren sendiri cukup bagus dalam membina perkembangan anak didik. Sayangnya, di beberapa ponpes masih menerapkan sistem konservatif yg eksklusif terhadap perkembangan zaman

  2. el haitamie mengatakan:

    Kalau hal itu diterapkan di pondok pesantren apa memungkinkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: